Tampilkan postingan dengan label KELAS XII SOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELAS XII SOS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2021

Evaluasi Pemberdayaan Komunitas

                             

Evaluasi Pemberdayaan Komunitas


Evaluasi dilakukan untuk menilai diri sendiri atau orang lain. Pemberdayaan dilakukan untuk menemukan gambaran kondisi yang berlangsung. Evaluasi dilakukan dengan pengamatan, pembandingan, analisis data, pengambilan keputusan.

Tujuan evaluasi pemberdayaan komunitas

Menjaga konsistensi kinerja pelaksanaan pemberdayaan, menelaah ketercapaian target pemberdayaan, memberikan masukan dan solusi dalam memperbaiki permasalahan permasalahan proses pemberdayaan, sebagai sarana dan media pelaporan program kerja, sebagai media pengembangan sistem pelaksanaan pemberdayaan

Prinsip2 evaluasi

Partisipasi, berorientasi dan peningkatan mutu, akurasi informasi, tindak lanjut

Jenis2 evaluasi

Evaluasi keluaran, evaluasi dampak, studi khusus atau tematik

Ragam evaluasi dari aksi pemberdayaan komunitas

a.    Evaluasi formatif dan evaluasi sumatif

b.    On going evalution dan expost evalution

c.    Evaluasi intern dan evaluasi ekstern

d.    Evaluasi teknis dan evaluasi ekonomi

e.    Evaluasi program, pemantauan program dan evaluasi dampak program

                KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

               https://forms.gle/M9Zc83UUnugQYgqd7

k




Minggu, 07 Februari 2021

Perencanaan Program Pemberdayaan Komunitas

 

    Perencanaan Program Pemberdayaan Komunitas


Dalam ilmu sosiologi, Pemberdayaan Komunitas diartikan sebagai upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu atau kelompok yang mempunyai tujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup dimasyarakat. Agar ini dapat berjalan secara terstruktur, sistematis, dan efektif diperlukan sebuah perencanaan program atas pemberdayaan komunitas tersebut. Disamping itu, perencanaan merupakan wadah untuk mengadakan suatu program atau aktivitas yang di dalamnya terdapat suatu pemberdayaan masyarakat.

Maka secara sederhana pemberdayaan komunitas atau masyarakat merupakan suatu proses pembangunan dimana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial guna memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah dewasa ini melalui perencanaan program pemberdayaan komunitas yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya.

Arti Penting Perencanaan Program Pemberdayaan Komunitas

  • Untuk memperoleh suatu pedoman yang jelas tentang tujuan dan cita-cita yang ingin di capai.
  • Untuk memperoleh suatu pedoman yang mengandung daftar apa saja hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan cara yang tepat untuk melakukannya.
  • Untuk memperoleh satu pedoman yang bersifat tertulis dan dapat digunakan oleh masyarakat.
  • Untuk memperoleh suatu pedoman dalam pemilihan keputusan yang akan diambil saat adanya suatu saran atau usulan yang baru.
  • Suatu pedoman untuk memberikan peringatan yang jelas terhadap adanya kepentingan yang bersifat masalah incidental, serta adanya suatu pemantapan dari suatu perubahan-perubahan yang terjadi.

KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

Minggu, 31 Januari 2021

peranan komunitas dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan

 

peranan komunitas dalam pelestarian lingkungan dan

 pembangunan berkelanjutan



Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia karena didalamnya lingkungan itu terdapat mahluk hidup maupun benda mati yang saling bergantung

Contoh usaha pelestarian lingkungan hidup antara lain meliputi :

-  Dengan menggalakkan program penghijauan dan reboisasi.

-  Meningkatkan usaha kebersihan , penanganan sampah, dan keindahan kota dan desa.

- Meningkatkan kesadaran masayarakat terhadap masalah lingkungan hidup dengan   pendidikan lingkungan hidup lewat jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.

-  Melaksakan Undang-undang Lingkungan hidup No. 4 Tahun 1982 secara konsekwen.

- Mencegah kerusakan hutan dengan pelarangan terhadap penebangan hutan yang sembarangan, praktek ladang berpindah, dan menindak pemegang HPH yang nakal. 

- Adanya suatu peraturan dan pengaturan tentang izin mendirikan industri yang ramah lingkungan.

- Usaha mengurangi atau memperkecil dampak pencemaran lingkungan.

- Usaha mencegah bahaya banjir dan erosi secara terpadu meliputi : penanganansampah yang baik, pengerukan pada sungai-sungai yang dangkal, pembuatan terrasering pada lahan miring, pembuatan tanggul-tanggul disungai yang rawan banjir, pembuatan kanal-kanal, dan pembauatan bendungan.

- Pemurnian kotoran dan limbah industri.

Hakekat Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Hakekat pembangunan berwawasan lingkungan ialah pembangunan yang terus dilaksanakan sebaik-baiknya dan tetap mengacu pada pemanfaatan lingkungan yang bertanggungjawab, sehingga tidak terjadi pengaruh-pengaruh yang merugikan bagi lingkungan.

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan hidup, antara lain :

- Pembangunan harus direncanakan dengan baik dan dipertimbangkan dampak lingkungan yang merugikan.

- Pembangunan harus mempertibangkan aspek-aspek lingkungan.

- Dalam melakukan pembangunan harus diikut sertakan usaha pelestariannya.

Arah Pembangunan Berkelanjutan

 Pembangunan yang dilaksanakan hendaknya mengacu pada arah tujuan yang jelas seperti : 

1. Menciptakan iklim yang merangsang pembangunan industri di negara berkembang untuk menggeser tekanan pembangunan dari sumber alam kehutanan atau tanah menuju pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Mengembangkan sistem perdagangan internasional untuk mendorong ekspor barang dan jasa diproses guna memperoleh nilai tambah yang meningkat dan mengurangi tekanan pada alam sebagai sumber bahan mentah.

3. Mengembangkan pariwisata lingkungan, yakni kegiatan pariwisata kedaerah-daerah yang mempunyai ciri lingkungan khas untuk mendorong timbulnya sifat kenal lingkungan dan cinta lingkungan.

4. Mengusahakan dunia internasional menanami kembali hutan-hutan tropis dan menetapkan sistem tebang pilih dalam mengeksploitasi hutan produksi.

5. Mengusahakan pengembangan keanekaragaman hutan hayati ditempat hutan asli dan diluarnya untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan dan satwa, menciptakan bibit-bibit unggul bakal sumber obat-obatan, pangan dan industri dimasa depan.

KLIK LINK DIBAWAH INI!

https://forms.gle/Ag9BdW6vaUKxmVpP7

Minggu, 24 Januari 2021

kearifan lokal ditengah globalisasi

 

kearifan lokal ditengah globalisasi



Globalisasi bukanlah kata yang asing bagi kita saat ini. Menurut Martin Albrown Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global. Manusia di Indonesia dapat terhubung dengan manusia lain di malaysia, amerika, inggris, dan negara lain tanpa ada batas jarak seperti dahulu. Globalisasi juga didukung oleh semakin majunya teknologi telekomunikasi.

Nilai kearifan lokal disetiap daerah harus dijaga tetapi bagaimana dengan era globalisasi ini . Tentunya nilai kearifan lokal yang semestinya dijaga malah hilang akibat globalisasi contohnya kegiatan gotong royong yang mulai tergeser oleh adanya globalisasi . pembangunan rumah yang biasa dikerjakan bersama sama tapi malah Dikerjakan Sendiri . hal itu menimbulkan perbedaan yang sangat Terlihat . Untuk Itu Kearifan lokal Harus tetap dijaga , dan kita hanya perlu mengambil sisi positif dari adanya globalisasi .

Globalisasi mendatangkan manfaat positif seperti semakin terbukanya akses informasi dari berbagai belahan dunia. Selain itu juga memudahkan komunikasi manusia. Selain dampak positif rupanya globalisasi juga membawa akibat buruk.

Akibat buruk Globalisasi meliputi

1.                   Informasi yang tak terkendali;

2.                   Timbulnya sikap yang kebarat-baratan;

3.                   Munculnya sikap individualisme;

4.                   Berkurang sikap solidaritas, gotong royong, kepedulian dan kesetiakawanan; dan

5.                   Budaya bangsa akan terkikis.

Tentunya kita tidak menginginkan efek buruk globalisasi menerpa kita dan bangsa Indonesia. Bangsa kita akan kehilangan identitasnya sebagai bangsa yang berakhlak, bermoral, dan bermartabat di pergaulan internasional.

kearifan lokal sebagai cultural identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri. globalisasi. Pancasila merupakan landasan filosofis (filosofical grundslaag) negara kita. Perumusan pancasila berasal dari nilai-nilai luhur kearifan lokal di indonesia. Sikap berketuhanan, kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan musyawarah yang ditampilkan bangsa ini melalui pancasila.

dengan melihat nilai norma yang berlaku serta kebiasaan baik yang dilakukan orang disekitar kita. Terkadang kita terlalu abstrak untuk mencari solusi yang ternyata justru ada di depan mata kita. Norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku harus ditegakkan untuk menjaga bangsa kita dari kehancuran.

Sudah waktunya kita kuatkan kembali karakter bangsa kita melalui pelaksanaan nilai kearifan lokal. Kearifan lokal jangan hanya dijadikan slogan saja. Tetapi harus bisa dijiwai dan dimaknai dalam setiap perbuatan kita. Bangsa yang tangguh adalah bangsa yang mampu bertahan di era global. Kearifan lokal dapat menjadi obat penawar rusaknya moral sebagian anak bangsa.

KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

https://forms.gle/vWLSSt54T9B5My2E6

Minggu, 17 Januari 2021

Kearifan Lokal

                                                          Kearifan Lokal



kearifan lokal adalah cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun.

kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup.

Bentuk kearifan lokal dalam masyarakat bisa berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus.

Ciri-ciri kearifan lokal sebagai berikut:

ü  Sanggup bertahan terhadap budaya luar.

ü  Mempunyai kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar.

ü  Memiliki kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli.

ü  Memiliki kemapuan mengendalikan.

ü  Sanggup memberi petunjuk pada perkembangan budaya.

Contoh kearifan lokal di Indonesia

Kearifan lokal bisa menjadi kekuatan apabila pengetahuan dan praktiknya dilaksanakan secara selaras dengan usaha pembangunan masyarakat. Salah satu contoh kearifan lokal yang bisa digunakan untuk pembangunan masyarakat adalah hukum sasi yang ada di Maluku.
Selain hukum sasi, Indonesia masih banyak memiliki kearifan lokal lainnya, seperti Awig-Awig di Lombok Barat dan Bali, Bebie di Sumatera Selatan, Cingcowong di Jawa Barat, Hompongan di Jambi, Balingkea di Sulawesi Tengah, Ke-Kean di Sumatera Selatan, Pahomba di NTT, dan sebagainya.


KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

https://forms.gle/o2J4WsnvggX1ZR248

Sabtu, 09 Januari 2021

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

 

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS


1.   1. Pengertian Komunitas

komunitas adalah individu atau orang – orang yang mempunyai kesamaan karakteristik seperti kesamaan geografi, kultur, ras, agama, atau keadaan sosial ekonomi yang setara. Komunitas dapat didefinisikan dari lokasi, ras, etnik, pekerjaan, ketertarikan pada suatu masalah – masalah atau hal lain yang mempunyai kesamaan.

2.    2. Jenis Komunitas

a.    Komunitas Ekonomi

b.    Komunitas Pedesaan

c.    Komunitas Perkotaan

d.    Komunitas religius

3.    3. Pembentukan Komunitas

a.    Saling mendukung

b.    Sebagai media penyebaran informasi

c.    Terbentuknya jalinan/hubungan

4.    4. Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan komunitas sebagai proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial guna memperbaiki situsi dan kondisi diri sendiri

5.   5.  Prinsip pemberdayaan komunitas

a.    Kesetaraan

b.    Partisipatif

c.    Keswadayaan

d.    Berkelanjutan

6.    6. Pendekatan komunitas

a.    Pendekatan komprehensif rasional

b.    Pendekatan komprehensif  inkremetal


KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK MENGERJAKAN SOAL!

https://forms.gle/5AoXmW2hjNADvAco8

Minggu, 01 November 2020

FAKTOR PENYEBAB KETIMPANGAN SOSIAL

 FAKTOR PENYEBAB KETIMPANGAN SOSIAL


Faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial di masyarakat terbagi menjadi 2 yaitu:

Faktor Internal

Faktor internal adalah sebuah akibat yang dimana disebabkan oleh rendahnya sebuah kualitas terhadap sumber daya manusia yang dimana dikarenakan sebuah tingkat pendidikan yang idmana dirasa kurang mampu dan juga sebuah budaya kemiskinan. Kemudian arti daripada budaya kemiskinan sendiri adalah sebuah sikap yang dimana dianggap mudah menyerah, pasrah terhadap sebuah keadaan, serta sikap apatis dan tidak memiliki sebuah bentuk keyakinan akan masa depan yang baik.Justru membiarkan yang miskin semakin miskin, yang kaya menjadi kaya.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah sebuah bentuk yang dimana berada dari luar kontrol serta kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kemudian sebagai contoh terhadap tindakan eksternal tersebut adalah adanya birokrasi maupun sebauh bentuk kebijakan pemerintahan lainnya yang akan mengurangi sebuah akses dari seseorang.

KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK MENGERJAKAN SOAL!

https://forms.gle/Dox4wmsAWb6LXaFz7

Minggu, 18 Oktober 2020

ketimpangan sosial

 

KETIMPANGAN SOSIAL



Ketimpangan sosial merupakan keadaan yang terjadi karena adanya kesenjangan atau ketidakseimbangan akses untuk mendapat dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

ketimpangan sosial merupakan masalah sosial yang bersifat global (dapat terjadi di negara maju maupun berkembang). Ketimpangan sosial terjadi karena beberapa faktor dan mengakibatkan berbagai macam dampak, terutama di bidang ekonomi, politik, dan budaya.

Terdapat lima macam bentuk ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

1. Ketimpangan antara desa dan kota.

Ketimpangan sosial yang terjadi antara desa dan kota ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi geografi dan tipologi desa yang kurang menguntungkan. Hal ini menyebabkan mata pencaharian masyarakat desa tidak memiliki banyak alternatif (pilihan) seperti di perkotaan.

2. Ketimpangan kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan berperan dalam pembangunan masyarakat, terutama di bidang sumber daya manusia. Dengan pendidikan, seorang individu dapat meningkatkan status sosial dan kesejahteraan hidupnya. Sayangnya, tidak semua masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

3. Ketimpangan ekonomi antargolongan di masyarakat.

Tingginya pertumbuhan penduduk juga membuat masyarakat semakin sulit untuk mendapat pekerjaan. Hal ini diperparah dengan pengaruh urbanisasi yang menyebabkan tidak meratanya persebaran penduduk. Banyak masyarakat desa yang memutuskan untuk mencari pekerjaan di kota dengan harapan bisa merubah nasib. Namun, banyaknya pesaing dari kota dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki membuat mereka jadi tersingkir. Kondisi terburuknya, mereka tidak memperoleh pekerjaan (pengangguran) dan bernasib lebih buruk dari sebelumnya.

4. Ketimpangan penyebaran aset di kalangan swasta.

ketimpangan penyebaran aset ini akan menyebabkan usaha-usaha kecil dan menengah sulit untuk berkembang. Bahkan, tidak sedikit dari usaha-usaha tersebut yang harus bangkrut karena minimnya aset dan tidak adanya modal. Oleh karena itu, pemerintah juga perlu memberikan perhatian khusus pada usaha-usaha kecil dan menengah ini. Jika tidak, maka bisa saja pihak investor asing yang akan membiayai atau menguasainya.

5. Ketimpangan antar wilayah dan subwilayah dengan konsentrasi ekonomi yang berpusat pada wilayah perkotaan.

umumnya di daerah perkotaan pasti banyak dibangun gedung-gedung yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Sebaliknya, di daerah terpencil, sekolah dan rumah sakit pun masih sangat jarang ditemui. Perbedaan-perbedaan ini merupakan contoh dari ketimpangan antar wilayah dan subwilayah sebagai akibat dari pembangunan ekonomi antar wilayah yang tidak merata.


KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

https://forms.gle/FjDRSbBusS4EdFCc7

Minggu, 27 September 2020

Dampak Globalisasi pada Komunitas Lokal

                  Dampak Globalisasi pada Komunitas Lokal

Dampak globalisasi tentu bisa kita rasakan, baik secara positif maupun negatif. Komunitas lokal merujuk kepada kelompok dari daerah sendiri dan memiliki ciri khas tertentu. Mereka memiliki budaya dan identitas sendiri yang bisa terpengaruh dengan adanya globalisasi. apa saja  dampak globalisasi terhadap komunitas lokal

1.             Menghilangnya Tradisi Masyarakat

2.             Komunikasi

3.             Transportasi

4.             Gaya Hidup


Dampak Positif Globalisasi

Setelah membahas empat dimensi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa dampak globalisasi bisa bernilai positif ataupun negatif. Jika kita lihat sisi positifnya, kita bisa memperhatikan bahwa globalisasi mendorong pembangunan ekonomi dan sosial.

Globalisasi juga memudahkan sarana transportasi, informasi, dan komunikasi berkat teknologi. Efisiensi dan produktivitas ekonomi meningkat, juga dengan daya saing pariwisata dan teknologi. Selain itu, teknologi juga secara umum mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memudahkan informasi serta ilmu pengetahuan.


Dampak Negatif Globalisasi

Sayangnya, ancaman terbesar dari globalisasi adalah budaya lokal yang mulai terkikis. Terkadang, kita menganggap budaya dan tren orang luar negeri lebih menarik dari budaya kita, sehingga kita mulai meniru. Padahal, budaya kita sama baiknya dan harus dijaga. Bahkan dengan adanya globalisasi, kitalah yang berperan untuk membesarkan nama budaya Indonesia ke masyarakat di seluruh dunia. Meniru hal-hal baik dari kebiasaan orang luar tentu tidak masalah, selama kita tidak melupakan identitas kita sendiri.


KLIK LINK DIBAWAH INI!

https://forms.gle/Qvco7wEBFGxbaqFP6

 

Sabtu, 19 September 2020

Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Sehari-hari

 

Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Sehari-hari

Globalisasi berkontribusi besar pada pertukaran nilai-nilai budaya antar komunitas masyarakat dunia. Kebanyakan negara tidak lagi dapat berdiri sendiri melainkan terintegrasi kedalam sistem dan nilai-nilai masyarakat global. Dalam hal ini, media memiliki peran besar dan menjadi alat dalam penyebarluasan nilai-nilai tersebut. Keberadaan media – seperti TV/radio/HP, koran, majalah dan lain sebagainya – telah melahirkan ikatan serta kontak budaya antar manusia yang berbeda negara. Adapun komunikasi dan perkembangan ilmu pengetahuan juga turut membantu menjembatani jarak budaya antar negara-negara di dunia.

Meskipun interaksi antara konsep globalisasi dan budaya memperlihatkan pengaruh positif dimana telah terjadi pertukaran nilai budaya, namun demikian perlu disadari bahwa globalisasi berpotensi untuk mempengaruhi tergerusnya identitas budaya lokal. Generasi muda Indonesia khususnya, tidak sedikit diantara mereka yang terbawa pengaruh budaya asing, misal dari aspek kehidupan sehari-hari seperti merek pakaian favorit, genre lagu favorit, film favorit, atau sekedar preferensi makanan. Sebenarnya tanpa kita sadari setiap tindakan yang kita pilih sehari-hari sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi melalui media.

Adapun globalisasi pada dasarnya juga melahirkan asimilasi atau percampuran budaya, yakni dimana budaya-budaya minoritas akan terbawa arus budaya yang lebih besar. Hal ini tersebut cenderung mengancam keberagaman budaya serta identitas lokal. Sebagai contoh, kebanyakan generasi muda akan cenderung mendengarkan genre musik elektro pop khas Billie Eilish dibandingkan musik dangdut atau gamelan atau musik khas kampung halaman orangtuanya misalnya. Contoh lain, para milenial akan cenderung menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari agar terlihat keren, bahasa-bahasa daerah tentunya dianggap tidak begitu penting.

Upaya Menghadapi Globalisasi

Tidak dapat dipungkiri, globalisasi sangat identik dengan nilai-nilai modernitas. Sebagian besar komunitas masyarakat berlomba-lomba menjadi masyarakat modern, sebagian besar manusia pun pada hakikatnya berupaya merubah diri menjadi manusia modern.

Pada prinsipnya, tidak ada yang salah dengan globalisasi dan peradaban modern, malah faktanya masyarakat kita banyak terbantu dengan kemudahan berkomunikasi dan kemajuan teknologi. Fakta lainnya yaitu kita kemungkinan besar tidak akan mampu menghindari arus globalisasi dengan cakupannya yang begitu luas disetiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu menjadi penting bagi kita sebagai individu untuk pintar-pintar bersikap guna terhindar dari perilaku yang menggerus nilai, budaya, adat dan kebiasaan lokal yang kita miliki. Dalam hal ini, melatih kemampuan berpikir kritis dengan cara menyaring setiap informasi yang kita konsumsi sehari-hari melalui media massa dapat dikatakan salah satu upaya untuk menghadapi globalisasi. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir kembali dan mempertimbangkan informasi yang diperoleh sebelum menerapkan suatu tindakan. Dengan berpikir kritis, individu akan memiliki kontrol yang lebih baik atas perilaku dan tindakannya sehari-hari, dibandingkan sekedar mengikuti arus tren semata.

KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

https://forms.gle/HDXCkKEqy6Q2XU66A